Raw House: Harmoni Arsitektur dengan Alam.

 

Raw House

Raw House karya Todot Architects and Partners terletak di lereng gunung dengan pemandangan indah pegunungan di kejauhan, di mana cahaya matahari menciptakan suasana cerah dan berwarna. Desainnya menghormati alam dengan sedikit gangguan, memanfaatkan perbedaan ketinggian lebih dari dua lantai. Ruang tamu dan dapur dipisahkan di lantai berbeda, sementara halaman miring dipertahankan menggunakan beton untuk menyatu dengan alam. Struktur rumah ditinggikan di atas pilotis, dengan tata letak lantai dua yang menyilang, membagi halaman menjadi empat area unik dengan pemandangan berbeda. Kombinasi bahan alami dan buatan menciptakan harmoni arsitektural yang berkelanjutan, menjadikan rumah ini latar belakang indah untuk menikmati alam dari setiap ruangan.











Lokasi dan Konsep Desain
Raw House karya Todot Architects and Partners terletak di lereng gunung dengan pemandangan pegunungan yang memukau di kejauhan. Di depan, medan gunung yang diterangi cahaya matahari menciptakan suasana terang dan penuh warna yang memungkinkan orang merasakan keindahan alam secara utuh. Ketika tim desain pertama kali melihat lokasi ini, mereka berpikir tentang bagaimana cara menerima alam apa adanya tanpa merusaknya, serta bagaimana arsitektur yang mencerminkan sikap hidup berdampingan dengan alam.

Tantangan Topografi
Lokasi yang memiliki perbedaan ketinggian lebih dari dua lantai ini mengakses jalan dari sisi yang lebih tinggi, namun tanah datar yang cocok untuk dibangun rumah sangat terbatas. Lahan ini hampir tidak cukup untuk sebuah halaman dan terletak di atas bukit.

Pengaturan Ruang dan Zonasi
Tim desain mengatur ruang dan halaman dengan tepat, membagi ruang berdasarkan pemandangan yang baik, pemandangan yang kurang baik, ruang yang sering digunakan, dan ruang untuk tamu sesuai kebutuhan pemilik. Melalui zonasi vertikal dan horizontal, ruang tamu yang menjadi area suami dan ruang makan serta dapur yang menjadi area istri dipisahkan di lantai kedua dan pertama.

Adaptasi terhadap Medan
Halaman miring tetap dipertahankan dengan membangun medan beton di perbatasan antara sisi tinggi dan rendah dari lokasi. Pilotis digunakan untuk mengangkat bangunan dari tanah dan menempatkannya dalam garis lurus. Namun, setelah desain selesai, halaman miring bawah diurug dan diratakan karena pekerjaan persiapan di lokasi tetangga, sehingga rencana untuk memanfaatkan ruang piloti harus dipertimbangkan kembali.

Desain dan Tata Letak
Sebagai respons, massa di lantai dua dinaikkan dalam pola silang untuk menghindari pandangan yang saling bertabrakan dan membagi halaman. Tata letak ini membagi halaman menjadi empat bagian dengan karakteristik yang berbeda, menjadikannya bagian paling istimewa dari rumah. Pemandangan yang tidak biasa dan berbeda tergantung pada arah menetapkan suasana rumah, memungkinkan penghuni menikmati vista yang berbeda dari setiap ruangan, sementara rumah menjadi latar belakang semua halaman.

Kombinasi Bahan
Pemilik ingin membangun tempat parkir dan gerbang di halaman akses nantinya. Medan beton mengangkat rumah dan merangkul halaman untuk menjadi fasad. Metode ini mempertimbangkan kemiringan dan berusaha menangkap temporalitas yang digantikan oleh bahan alami dengan memberikan nuansa bahan mentah. Rumah berstruktur kayu ini ditempatkan di atas bahan buatan yang kuat, dan bahan alami tertanam dalam medan buatan, menciptakan dua sifat fisik yang saling menopang.

Raw House adalah contoh sempurna bagaimana arsitektur dapat harmonis dengan alam, menciptakan hunian yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan berkelanjutan.

Komentar